Shubuh, sayup suara tuhan memanggil
Gegap aku terbangun, masih mengumpulkan sisa nyawa yang terpanggil
Pergi ke surau, langkah ku percepat meniti krikil-krikil
Pengabdian telah usai, pulang
Langkah demi langkah terlewati
lirikku tak sengaja, menuju remah depan surau
sengaja, entah
ia membungkuk setiap pagi
sedikit membungkuk
sedikit terangkat
sedikit juga yang terlihat
ah,,,,itukah maksiat
nikmat
entahlah
satu kedip, itu nikmat
benarkah
tapi ku tak berkedip
satu, dua sampai empat
Gegap aku terbangun, masih mengumpulkan sisa nyawa yang terpanggil
Pergi ke surau, langkah ku percepat meniti krikil-krikil
Pengabdian telah usai, pulang
Langkah demi langkah terlewati
lirikku tak sengaja, menuju remah depan surau
sengaja, entah
ia membungkuk setiap pagi
sedikit membungkuk
sedikit terangkat
sedikit juga yang terlihat
ah,,,,itukah maksiat
nikmat
entahlah
satu kedip, itu nikmat
benarkah
tapi ku tak berkedip
satu, dua sampai empat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar